Judul : Strategi Mengajar Dalam Mengatasi Anak Yang Kesulitan Membaca

A.    Strategi Mengajar

Strategi mengajar adalah tindakan guru dalam mengimplementasikan kurikulum , yang berarti upaya guru untuk mempengaruhi peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan bantuan beberapa variabel pengajaran yaitu (tujuan, bahan, metode, alat, dan evaluasi).

A.    Strategi Mengajar Dalam Mengatasi Anak Yang Kesulitan Membaca

Seperti penjelasan di atas secara umumnya maka strategi mengajar adalah kegiatan aktual guru atau praktik guru untuk melaksanakan pengajaran dengan cara tertentu yang dianggap lebih efektif dan efisien, yaitu strategi mengajar adalah taktik mengajar di kelas. Taktik harus mencerminkan langkah-langkah yang sistematis. Sistematis artinya setiap aspek belajar mengajar saling berkaitan sehingga tersusun secara terpadu untuk mencapai tujuan. Sistematis, di sisi lain, berarti langkah-langkah yang diambil guru selama belajar mengajar teratur dan logis untuk mendukung pencapaian tujuan.

Strategi yang harus diterapkan guru untuk mengatasi anak kesulitan membaca adalah mengubah cara belajar anak dengan mengubah jumlah materi baru yang diajarkan, mengatur pertemuan dengan peserta didik, membimbing peserta didik lebih dekat dengan proses pengajaran dan mengarahkan motivasi.

Membaca pada hakikatnya adalah keterampilan berbahasa tulis reseptif, yang disebut reseptif, karena dengan membaca dapat memperoleh pengetahuan, informasi dan pengalaman baru . Dengan membaca dapat memperluas wawasan. Membaca juga merupakan keterampilan lisan dan tulisan bagi peserta didik, yang kita sama-sama tahu bahwa membaca dapat menambah pengetahuan, informasi dan pengalaman baru. Segala sesuatu yang berasal dari membaca membawa hasil, seperti meningkatkan kemampuan berpikir dan memperluas pemahaman yang didapat setelah membaca. Itu sebabnya setiap peserta didik harus bisa membaca sejak usia dini. Tidak dapat disangkal bahwa di sekolah dasar, mayoritas peserta didik pada usia dini atau di kelas satu sekolah dasar masih belum bisa membaca, sehingga dari mereka yang belum bisa membaca masih memiliki ketidakmampuan belajar (Dewi dan Pratiwi 2019: 12 ).

Kemampuan belajar ini juga dapat mengacu pada kesulitan yang berbentuk tertentu dan berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan peserta didik dalam menyimak, berbicara, membaca dan juga menulis. Dengan demikian, kesulitan membaca muncul dari hambatan yang memungkinkan siswa prestasi akademik atau prestasi yang buruk di sekolah, yang membuat peserta didik sulit dan sulit untuk memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru , dengan demikian tujuan belajar peserta didik. tidak dapat secara tepat mencapai prestasi dan karenanya peserta didik sekolah dasar (Muammar, 2020:18).

Pembelajaran membaca juga dapat melibatkan peserta didik secara langsung dalam pembelajaran , selama membaca guru memimpin dan mengikuti peserta didik untuk belajar , jadi seorang guru harus menggunakan strategi atau metode pembelajaran yang menarik ketika membimbing peserta didik dengan kesulitan membaca. Guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan keberhasilan peserta didik dalam pemahaman materi pembelajaran, maka guru menyiapkan strategi dan metode pembelajaran yang mendukung upaya peserta didik untuk belajar membaca. Dampak kesulitan membaca tentunya dapat dihindari jika guru memahami apa itu kesulitan membaca, sehingga guru harus memahami bentuk teori dan metode pengajaran yang diberikan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

Guru harus memahami keadaan atau karakteristik peserta didik, hal ini dimaksudkan agar strategi pembelajaran yang digunakan sesuai dengan keadaan siswa, misalnya dengan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, jika strategi yang digunakan guru tidak sesuai dengan kondisi peserta didik maka akan lebih sulit bagi peserta didik untuk memahami materi pembelajaran tersebut. Akibatnya tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan baik, sehingga strategi pembelajaran juga dapat mempengaruhi keterampilan membaca anak.

Guru dalam mengatasi  peserta didik yang mengalami kesulitan belajar memiliki cara atau upaya tersendiri. Menurut Palupi (2019:260-262)

Adapun bentuk strategi guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yaitu : 1. memilih dan menetapkan strategi yang akan digunakan guru untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. 2. memilih dan menetapkan pendekatan belajar mengajar yang sesuai dengan kondisi yang dialami oleh siswa. 3. memilih dan menetapkan metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling efektif.

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca anak adalah dengan menggunakan pendekatan eksperiensial terhadap bahasa. Strategi ini dilaksanakan dengan menawarkan kegiatan berbeda yang berfokus pada pengembangan kemampuan membaca anak, menciptakan suasana bermain bagi anak, yang juga dapat diimplementasikan dengan media atau mainan, baik media gambar maupun media lainnya.

A.    Penutup

Berdasarkan kutipan di atas, dapat dipahami bahwa pada guru mengatasi kesulitan belajar dalam banyak hal, misalnya pada guru sering memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak dipahami di kelas. Keberhasilan peserta didik  dalam belajar tidak lepas dari karakter guru sebagai orang tua yang sangat penting. Terkait metode atau strategi guru untuk mengatasi peserta didik berkelainan belajar yaitu mengarahkan siswa dengan memberikan informasi tentang pentingnya belajar khususnya belajar membaca. Dan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca anak adalah dengan menggunakan pendekatan eksperiensial terhadap bahasa.

A.    Daftar Rujukan


Sari, Nanda Permata. 2022. Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Pada Siswa Kelas 1 Sdit Al Marhamah Kampung Dalam Pariaman. IAIN Batusangkar.


Fuadah, Aghnia Naimatul. 2019. Strategi Mengajar Dalam Mengatasi Anak Yang Kesulitan Membaca. UIN Maulana Malik Ibrahim.


Abdurrahman, M. (2012). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta: Rineka Cipta.


Komentar